ed borland

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 20 Juni 2011

Anak yang Tidak Tidur : Terjaga Selama 24 Jam (Selama Setahun)

Anak yang Tidak Tidur : Terjaga Selama 24 Jam (Selama Setahun)
Anak yang Aneh bin Ajaib bin Unik bin Istimewa !!Aduh.. lagi-lagi yang ini aneh sekaligus istimewah, loh?! Nyok ah biar meyingkat waktu, kita langsung simak saja. Rhett Lamb terlihat seperti anak berumur 3 tahun kebanyakan, tetapi ada satu hal yang membuatnya benar-benar berbeda dengan anak sebayanya, yaitu kondisi dimana dia mampu tidak tidur meski hanya sekejap saja. Rhett terjaga hampir 24 jam penuh selama setahun! membuat orang tua dan dokternya berjaga bergantian untuk mengamati Rhett agar menemukan solusinya. Akhirnya dokter mendiagnosa Rhett mengalami kondisi yang disebut Chiari Malformation. Otak Rhett secara harafiah terdesak oleh kolom tulang belakang, Sehingga mengacaukan sistem kerja otak, padahal otak mempunyai fungsi vital untuk mengantur rasa ngantuk, berbicara, emosi, sistem sirkulasi tubuh, bahkan mengatur pernafasan. Ow.. Ow… Ow.. aneh bin unik bin istimewah banget neh.. sebenarnya kasihan sich melihatnya, secara tubuh dan pikiran kita kan perlu istirahat, nah ini selama setahun nggak bisa tidur?! Luar biasa aneh?! Tapi beruntungnya kayaknya tuch anak bakalan menang dech kalo ikutan lomba menonton 24 jam tanpa menutup mata, yang pernah ditayangkan di sebuah stasiun TV Indonesia itu tuch.. hihihihihi… secara 24 jam mah itu kecil lah buat dia.. lha dia aja bisa tahan selama 1 tahun = 365 hari X 24 jam… bayangkan sendiri saja dech.. hihihihih… !!!

Anak yang Aneh bin Ajaib bin Unik bin Istimewa !!
Well.. Itulah beberapa contoh kasus suatu keadaan yang dialami oleh seoarang manusia dan ini memang benar terjadi dalam kehidupan nyata. Keadaan ini bisa saja merupakan suatu hal yang dianggap aneh, unik, sekaligus istimewa. Namun, mungkin saja ada yang merasa prihatin dan kasihan terhadap mereka. Nah, sebelum mengakhiri tulisan ini, Penulis sedikit mengulas kesimpulan yang bisa dipetik dari ulasan ini. Sekali lagi Penulis mengingatkan bahwasannya kita (manusia) adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan Oleh-NYA dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Namun, jangan lantas menganggap diri kita ini lebih baik dan malah memandang rendah makhluk selain kita, apalagi terhadap sesama kita. Sungguh itu suatu perbuatan congkak (sombong) yang tidak layak disandang oleh kita yang juga sama-sama makhluk yang diciptakan oleh-NYA. Selain itu, kita sebagai manusia yang dilahirkan di dunia ini adalah sang juara (pemenang), karena kita adalah embrio pilihan setelah melalui seleksi dan persaingan ketat dalam proses pembuahan, kita terbentuk dari spermatozoa pilihan yang telah mengalahkan 300 juta sel sperma lainnya. Kita terbentuk dari satu sel spermatozoa unggulan yang sampai ke finish dan berhasil membuahi ovum, sehingga terjadilah kita. Karenanya, ingatlah selalu bahwa kita semenjak lahir adalah sang juara.
Setiap diri kita adalah pribadi unik tersendiri. Mengapa Penulis berkata demikian?! Karena setiap kita pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karenanya, jadikanlah kelebihan yang kita milki itu sebagai sebuah rasa syukur kepada-NYA dan sebaiknya gunakanlah kelebihan itu untuk sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi orang lain. Janganlah kita merasa angkuh dengan kelebihan yang kita miliki, sebab di atas langit masih ada langit, masih ada orang lebih baik dari kita di dunia ini. Karenanya contohlah ilmu padi, semakin berisi, maka semakin merunduklah ia. Semakin banyak ilmu (kelebihan) yang dimiliki maka sebaiknya makin lebih rendah hati dan tidak sombong atas kelebihan itu. Lalu, setiap orang juga pasti memiliki kekurangan dalam dirinya. Nah, janganlah kita lantas berkecil hati dengan kekurangan itu, karena ingatlah selalu bahwa uluran tangan Tuhan akan selalu ada buat kita. Karenanya kita harus bangkit untuk mengatasi kekurangan tersebut. Raih, belajarlah, dan temukanlah cara untuk mengatasinya. Ingatlah bahwa banyak jalan untuk menuju Roma. Banyak jalan untuk mengatasi dan menemukan solusi atas permasalahan (kekurangan) yang kita miliki. Karenanya, janganlah kita selalu bersedih hati dengan kekurangan itu, tapi yang paling baik adalah jadikanlah kekurangan itu sebagai batu loncatan dan umpan balik untuk diri kita sehingga kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik lagi ke depannya. Demikianlah yang dapat Penulis sampaikan, semogoa bisa difahami dan tentunya bisa memberikan manfaat untuk semuanya. Terima kasih dan Semoga bermanfaat !!!

0 komentar:

Posting Komentar