ed borland

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 18 November 2011

Mengetahui Teman Yang Sering Melihat Profil Facebook Kita


Hadoh bingung aku gimana kalimat pembukanya. Maklum banyak masalah. Yaudah to de point aja deh.

Disini saya akan ngasih tau tentang bagaimana cara mengetahui orang-orang yang sering melihat profil kita di Facebook. yaitu dengan menggunakan Aplikasi My Top Fans. Dengan aplikasi tersebut kita bisa tau teman-teman yang suka mengintip profil kita ( bisa dibilang dia itu adalah Fans kita, hehehehehe.....).

Berikut caranya:
  1. Login ke akun facebook anda, kalau gak punya, dilarang membaca tutorial ini (just kiding, hehehehe...)
  2. Klik disini untuk mulai menggunakan Aplikasi My Top Fans
  3. Pilih izinkan aplikasi atau allow aplication (selalu izinkan aplikasi jika muncul lagi)
  4. Pilih All Fans (untuk melihat fans tertinggi tanpa membedakan jenis kelamin), Male Fans (untuk melihat fans laki-laki saja),  Female Fans (untuk melihat fans wanita saja), atau My Top Fans Stats Beta (untuk melihat static pertemanaan anda).Semua pilihan bisa di pilih.
  5. Setelah anda membuka salah satunya, klik Get Started untuk memulai (jika muncul pertanyaan izinkan aplikasi, klik allow atau izinkan)
  6. Tara !!! Lihatlah siapa penggemar anda !!!
Hasil dari aplikasi ini dapat anda publikasikan melalui profil anda jika anda mau dengan cara mengklik Post. Dan jika anda tidak mau mempublikasikannya, klik skip atau lewati.

Nah, bagaimana? mudah kan?

Terimakasih sudah mampir, jika berkenan, tinggalkan komentar anda agar saya bisa memperbaiki segala kekurangan dari blog sederhana ini.

Kamis, 17 November 2011

jiwa yang terpisah

Reyhan
Masa SMA merupakan masa yang paling indah. Kisah kasih yang terjadi di masa SMA selalu menjadi kenengan setiap orang. Begitu juga dengan Kirana dan Reyhan, mereka telah berpacaran sejak duduk dibangku keles dua. Mereka merdua tampak begitu serasi bahkan tak jarang membuat anak-anak lain merasa iri kepada mereka.
Namun sayang hubungan mereka terhamat oleh restu dari oang tua Kirana. Mama kirana yang nota bene berasal dari keluarga kaya raya tidak suka melihat Kirana berhubungan dengan Reyhan yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia melerang kirana untuk menjalin hubungan dengan Reyhan.
Kerena rasa cintanya yang begitu besar kepada Reyhan, Kirana tak pernah mengacuhkan perintah mamanya. Ia tetap saja berhubungan dengan Reyhan meskipun itu harus dilakukan secara diam-diam. mereka sepakat tetap menjalin hubungan secara diam-diam dan merasiakannya kepada siapa pun.
Pada awalnya hubungan mereka berjalan lancar sampai akhirnya hubungan mereka di ketahui oleh mama Kirana. Kirana yang saat itu sedang jalan bersama Reyhan di sebuah mall tidak sengaja bertemu dengan mamanya yang tengah berbelanja. Mama Kirana marah besar melihat anaknya yang tengah jalan berdua dengan Reyhan. Ia memaksa Kirana untuk Pulang bersamanya.
“Mama Kiran bisa pulang sendiri” ujar Kirana. “Nggak! Kamu pulang sama mama sakarang juga” bentak mama. Kirana yang merasa malu bila harus ribut-ribut di tempat umum akhirnya ikut pulang bersama mamanya.
Selama dalam perjalanan Kirana dimarahi oleh mamanya, Salain itu Kirana juga kehilangan kebebasannya. ” Mulai dari detik ini kamu nggak boleh lagi keluar rumah tanpa seizin mama” ujar mama. “Tapi ma” bantah kirana. “Tidak ada tapi-tapi, selain itu mulai sekarang kemana kamu pergi harus di antar sama mang ujang, karena mang ujang yang akan bantu mama untuk mengawasi kamu” .
Semenjak kejadian itu Kirana selalu di awasi dan di kekang. Kemana pun ia pergi, apa pun gerak geriknya selalu diawasi sehingga sulit baginya untuk berduaan dengan Reyhan. Mereka hanya bertemu disekolah, dan itu pun tak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi diantara mereka membuat anak-anak lain bertanya-tanya. Mereka sengaja bersikap dingin di depan orng lain hanya untuk menyembunyikan hubungan mereka agar tidak ketahuan.
Satu setengah tahun sudah mereka menjalani hubungan secara diam-diam hingga tibalah saat kelulusan sekoah. Semua siswa merayakan kelulusan sekolah kepuncak tak terkecuali Kirana dan Reyhan. Karena ini adalah hari kelulusan dan semua murid merayakannya kirana mengira mamanya tak akan mengwasinya. Namun semuanya diluar dugaan tiba-tiba mama kirana datang ke puncak untuk menjemputnya. Kirana yang saat itu sedang duduk berduaan dengan Reyhan terkejut melihat kedatangan mamanya.
Mama pun marah melihat Kirana sedang duduk berdua dengan Reyhan. Tanpa banyak kata ia menyuruh kirana untuk pulang. Mama yang marah dengan kebohongan Kirana selama ini semakin tak percaya dan marah kepadanya. Kirana tak boleh keluar rumah tanpa dirinya dan menyita HPnya. Selain itu Kirana juga di daftarkan ke salah atu universitas yang ada di Australia. Mamanya beraggapan ini lah cara satu-satunya untuk menjauhkan Kirana dari Reyhan. Karena tak mungkin bagi Reyhan untuk berkunjung apa lagi kuliah di Australi. Ia berharap dengan demikian Kirana tak akan bertemu atau berhubungan lagi dengan Reyhan.
Namun semua usaha mamanya itu sia-sia. Kirana tetap saja berhubungan dengan Reyhan melalui e-mail dan telefon. Selama kirana berada di Australi mereka selalu bertukar informasi melalui e-mail dan telefon, bahkan mereka sering melakukan vidio call hanya untuk melepaskan rasa rindu.
Setahun sudah mereka menjalani hubungan seperti ini. Hhingga pada suatu hari Kirana kehilangan kontak dengan Reyhan. Semua e-mail yang dikirim tak pernah dibalas oleh Reyhan bahkan nomor HPnya juga tak bisa dihubungi. Namun Kirana tetap menghubungi Reyhan ia berpikiran mungkin Reyhan sedang sibuk.
Tiga bulan sudah Kirana tak mendapatkan kabar dari reyhan. Hal ini membuatnya kesal dan berpikiran Reyhan telah menghianatinya. “apakah Reyhan telah bosan dengannya?” “apakah Reyhan tak mencintainya lagi?” “apakah Reyhan telah memiliki pengganti dirinya?” pertanyaan-pertanyaan semacam itu selalu muncul di benak kirana.
Minggu depan telah memasuki libur semester. Kirana pun semakin tak sabar untuk segera pulang ke Indosesia. Hari yang di tunggu pun tiba. Sesampainya di Indonesia kirana langsung mencari tahu info tentang Reyhan. Ia menanyakan keberadaan reyhan pada teman-temannya semasa SMA namun tak seorang pun yang tahu. Kirana semakin binggung karena tak seorang pun tahu keberadan Reyhan dimana.
Kirana pun hampir putus asa hingga suatu hari ia bertemu dengan Yudis yang merupakan teman dekat Reyhan semasa SMA. Kirana bercerita kepada Yudis tentang hubungannya dengan Reyhan. Yudis pun menyuruh Kirana untuk datang kekampung kalamannya Reyhan karena ia pernah mendengar Reyhan pindah kesana.
Keesokan harinya Kirana bersama Yudis mendatangi kampungnya Reyhan. Setelah melakukan perjalanan selama empat jam akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Reyhan. “tok tok tok asalam mualaikum” Kirana mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. “waalaikum salam” terdengar jawaban seorang wanita dari dalam. Tak lama kemudian seorang ibu yang sudah paruh baya membukakan pintu. “ cari siapa nak?” tanya ibu tersebut. “ saya Kirana bu temannya reyhan, Reyhannya ada bu?” ujar Kirana. Ibu tersebut hanya diam memandang wajah kirana. Kirana binggung dengan sikap ib tersebut. “bu Reyhannya ada nggak?” Kirana kembali bertanya. “kamu inggin bertemu Reyhan?” tanya ibunya. “ia bu boleh saya bertemu dengan Reyhan?” tanya kirana. “ tunggu sebentar” ibu tersebut masuk kedalam rumah.
Tak lama kemudian ibu Reyhan keluar. “loh Reyhannya mana bu?” tanya Kiranan karena tak melihat Reyhan. “kamu inggin bertemu Reyhan kan! Ujar ibunya. “ia bu” jawab kirana. “kamu ikut saya” pinta ibunya Reyhan. Kirana semakin heran dan tak mengerti apa yang terjdi.
Merekapun berjalan melalui sawah. Kirana semakin heran dan bertanya-tanya “ bu kita mau kemana?”tanya kirana. “sudah ikut saja!” jawab ibu reyhan. Dalam hati Kirana bertanya-tanya apa yang sabenarnya yang terjadi. “apakah reyhan sedang ada masalah dengan ibunya?” “apakah Reyhan sedang kerja disawah?” kirana bertanya pada dirinya sendiri.
Tak lama mereka pun mendaki sebuah bukit. Hal ini semakin membuat Kirana merasa aneh. “ bu sebenarnya kita mau kemana sih bu?” tanya kirana. Ibu Reyhan hanya diam dan terus berjalan. “bu kita mau kemana sih bu?” tanya kirana lagi. Ibu Reyhan tetap saja diam tak memberi prnjelasan. Tak lama kemudian tampak lah sebuah pemakaman umum dan ibu Reyhan menuju ke salah satu makam. Kirana herah “bu kita ngspsin kisini kiran mau ketemu Reyhan bukan mau kemakam!” ujar Kirana kesal.
Ibu Reyhan pun duduk dan memegang batu nisan makam tersebut dan barkata “ini lah Reyhan nak ia sudah tiada” sambil menangis. “ ibu bohongkan bu?” ujar kirana sambil mendekati makam tersebut. “tidak nak kamu lihat saja sendiri” jawab ibu reyhan. Kiran pun menangis membaca nama yang ada di batu ninas tersebut. Suasana di pemakaman yang semula hening tiba-tiba pecah oleh suara tangisan Kirana dan ibu Reyhan. “nak ini surat yang ibu temukan di kamar Reyhan setelah ia meninggal” ibu Reyhan menyerahkan surat tersebut.
Kirana terus saja menangis di atas makam Reyhan. “ sudah nak biarkan Reyhan tenang disana” ujar ibunya. Namun Kirana tetap saja menangis hingga ia tak sanggup menahan kesedihannya dan jatuh pingsan. Yudis yang saat itu juga ikut bersama mereka segera menolong Kirana. Tak beberapa waktu kemudian Kirana sadar. Setelah membacakan do’a untuk Reyhan mereka pun pergi meninggalkan makam tersebut.
Sesungguhnya langkah, jodoh, pertemuan dan maut telah diatur oleh Allah dan kita sebagai mahluk ciptaannya tak ada yang tahu kapan semua itu akan datang.

pengarang_Aracta Anggie Tjakraprayitna